Wednesday, 2 April 2014

Master the English language and Japanese language

CERITA REOG PONOROGO DARI JAWA TIMUR
THE STORY OF REOG PONOROGO FROM EAST JAVA




Oleh : Guruku Bapak Joko Wiyono

By: My teacher Mr. Joko Wiyono

---Hallo semuanya....!
Hello everybody....!

---Apakah anda baik-baik saja ?
Are you all right ?

---Alhamdulillah, Sampai hari ini kita dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang suatu apa.
Praise be to God, until today there is nothing wrong with us.

---Sebelum saya mengawali cerita saya, izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri saya..!
Before I make a start for my story, allow me to introduce my self...!

---Nama saya adalah Sarjoko.
My name is Sarjoko.


---Pada kesempatan ini, saya ingin menceritakan anda tentang cerita reog Ponorogo.
In this opportunity, I want to tell you about the story of reog Ponorogo.

---Ketahuilah, Reog merupakan atraksi tradisional yang spektakuler dari Ponorogo, Jawa timur.
You know, Reog is spectacular traditional attraction from Ponorogo, east Java.

---Itulah sebabnya, atraksi tradisional ini dinamakan Reog Ponorogo.
That’s why, this traditional attraction is called Reog Ponorogo.

---Baiklah, semuanya...! Dengarkan cerita saya !
Well, everybody...! Listen to my story !

---Dahulu kala, ada sebuah kerajaan yang besar di Jawa timur dinamakan kerajaan Kediri.
Long time ago, there was a big kingdom in east Java called Kediri kingdom.

---Kerajaan tersebut diperintah oleh seorang raja yang memiliki kesaktian hebat.
The kingdom was ruled by a King who had great magic power.

---Sang Raja memiliki dua anak, anak laki-laki dan perempuan.
The King had two children, son and daughter.

---Anak laki-laki sang Raja dikenal sebagai pangeran yang tampan.
The King’s son was known as handsome prince.
---Dan anak perempuan sang Raja juga dikenal sebagai puteri yang cantik.
And the King’s daughter was also known as beautiful princess.

---Suatu hari, ada sebuah pertemuan agung di dalam istana kerajaan Kediri.
One day, there was a great meeting in the royal palace of Kediri.

---Banyak pejabat tinggi kerajaan datang menghadap sang Raja, termasuk kedua anaknya.
Many high officials of the kingdom came before the King, including his two children.

---Sang Raja memanggil anak laki-lakinya dan berkata padanya.
The King called his son and said to him.

---“Anakku...! Di depan para pejabat tinggi kerajaan, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu.”
“My son...! In front of the high officials of the kingdom, I want to say something important to you.”

“Ini saatnya bagimu untuk mengambil posisiku sebagai Raja Kediri.”
“It is time for you to take my position as the King of Kediri.”

“Aku menyadari bahwa aku sudah mulai tua.”
“I realize that I am getting old.”

---Pangeran tersebut tidak menjawab kata-kata ayahnya.
The prince didn’t answer his father’s words.

---Sebenarnya dia tak siap mengambil posisi sebagai Raja Kediri.
Actually he was unprepared to take the position as the King of Kediri.

---Dia ingin keahlian dan kesaktian lebih banyak.
He wanted more skill and magic power.

---Pangeran tahu bahwa Raja kerajaan Ponorogo memiliki kesaktian yang hebat.
The prince knew that the King of Ponorogo kingdom had great magic power.

---Pangeran ingin belajar kesaktian pada Raja Ponorogo.
The prince wanted to learn magic power to the King of Ponorogo.

---Pada malam hari, pangeran tersebut meninggalkan istana kerajaan Kediri tanpa memberitahu ayahnya.
At night, the prince left the royal palace of Kediri without telling his father.

---Dia pergi ke kerajaan Ponorogo karena dia harus menemui Raja Ponorogo.
He went to Ponorogo kingdom because he had to meet the King of Ponorogo.

---Pada waktu iu, kerajaan Ponorogo diperintah oleh seorang raja yang perkasa bernama Raja Kelono Sewandono.
At that time, Ponorogo kingdom was ruled by a powerful King named King Kelono Sewandono.

---Raja Kelono Sewandono sangat terkenal karena sang Raja memiliki kemampuan bertempur yang hebat.
King Kelono Sewandono was very popular because the King had great fighting skill.

---Sang Raja memiliki kesaktian yang hebat.
The King had great magic power.

---Beberapa hari kemudian, sang pangeran tiba di kerajaan Ponorogo.
Several days later, the prince arrived in the kingdom of Ponorogo.

---Kemudian dia pergi ke istana kerajaan Ponorogo untuk menemui Raja Kelono Sewandono diiringi oleh penjaga istana.
And then he went to the royal palace of Ponorogo to meet King Kelono Sewandono accompanied by a palace guard.

---Raja Kelono Sewandono bertanya, “Dari mana asalmu anak muda ?”
King Kelono Sewandono asked, “Where do you come from, young man ?”

---Pangeran tersebut menjawab,”Yang Mulia, hamba berasal dari sebuah desa kecil jauh dari sini.”
The prince answered, “Your Highness, I come from a small village away from here.”

“Hamba datang ke istana paduka karena hamba ingin memperoleh pekerjaan.”
“I come to your palace because I want to get job.”

---Raja Kelono Sewandono memberinya pekerjaan sebagai seorang penjaga istana.
King Kelono Sewandono gave him a job as a palace guard.

---Pangeran tersebut sangat senang karena dia dapat bekerja di istana kerajaan Ponorogo.
The prince was delighted because he could work in the royal palace of Ponorogo.

---Beberapa bulan kemudian, sang pangeran menjadi seorang prajurit.
Several months later, the prince became a soldier.

---Dia memiliki tubuh yang tinggi dan besar, jadi mudah baginya untuk menjadi seorang prajurit.
He had tall and big body, so it was easy for him to be a soldier.

---Memiliki posisi sebagai seorang prajurit, dia memiliki pengabdian yang baik pada sang Raja.
Having position as a soldier, he had good dedication to the King.

---Dia ingin belajar kesaktian pada Raja Kelono Sewandono.
He wanted to learn magic power to King Kelono Sewandono.

---Kemudian dia diangkat sebagai seorang perdana menteri oleh sang Raja.
And then he was appointed as a prime minister by the King.

---Pangeran tersebut memiliki nama baru Pujangga Anom.
The prince had new name Pujangga Anom.

---Setelah masa yang lama, kerajaan Ponorogo menghadapai kondisi yang sangat buruk.
After long time, Ponorogo kingdom faced terrible situation.

---Musim kemarau yang panjang terjadi di kerajaan Ponorogo.
Long dry season happened in the kingdom of Ponorogo.

---Sawah-sawah penduduk dilanda kekeringan.
The people’s ricefields were destroyed by drought.

---Sungai-sungai menjadi kering.
The rivers became dry.

---Rakyat di kerajaan Ponorogo mulai kelaparan.
People in the kingdom of Ponorogo got hungry.

---Banyak orang mati hampir tiap hari.
Many people died almost averyday.

---Di malam hari, banyak binatang buas, singa, harimau datang ke desa-desa mencari binatang atau bahkan manusia.
At night, many wild animals, lions, tigers came to the villages looking for animal or even human being.

---Mereka makan binatang atau manusia yang mereka dapat temukan.
They ate animal or human being they could find.

---Semua rakyat di kerajaan Ponorogo ketakutan.
All people in the kingdom of Ponorogo were frightened.

---Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
They didn’t know what they had to do.

---Kondisinya semakin buruk dari hari ke hari.
The situation got worse from day to day.

---Seorang pandita memberitahu sang Raja mengenai cara menghentikan kondisi yang sangat buruk di kerajaan Ponorogo dari mimpinya.
A priest told the King about the way to stop the terrible situation in the kingdom of Ponorogo from his dream.

---Sang Raja harus menikahi puteri Kilisuci dari kerajaan Kediri apabila Sang Raja ingin menghentikan kondisi yang sangat buruk tersebut.
The King had to marry princess Kilisuci from Kediri kingdom if the King wanted to stop the terrible situation.

---Kemudian sang Raja menyuruh Pujangga Anom untuk pergi ke kerajaan Kediri.
Then the King ordered Pujangga Anom to go to the kingdom of Kediri.

---Pujangga Anom harus meminta puteri Kilisuci pada Raja kerajaan Kediri.
Pujangga Anom had to ask princess Kilisuci to the King of Kediri.

---Raja Ponorogo harus menikahi puteri Kilisuci.
The King of Ponorogo had to marry princess Kilisuci.

---Raja kerajaan Ponorogo tidak tahu bahwa Pujangga Anom merupakan saudara laki-laki puteri Kilisuci dari kerajaan Kediri.
The King of Ponorogo kingdom didn’t know that Pujangga Anom was princess Kilisuci’s brother from Kediri kingdom.

---Bagi Pujangga Anom, itu merupakan pekerjaan yang sangat sulit karena dia harus menemui ayahnya di kerajaan Kediri.
For Pujangga Anom, it was very difficult job because he had to meet his father in Kediri kingdom.

---Namun, dia tak mau menyerah, dia harus pergi ke kerajaan Kediri (kerajaan ayahnya).
However, he didn’t want to give up, he had to go to Kediri kingdom (his father’s kingdom).

---Dalam perjalanan ke kerajaan Kediri, Pujangga Anom berhenti di tengah hutan, dia bingung.
On the way to Kediri kingdom, Pujangga Anom stopped in the middle of the forest, he was confused.

---Kemudian, dia berdoa, “Tuhan..., berilah aku cara terbaik untuk melakukan pekerjaanku yang sulit ini..!”
Then, he prayed, “God..., give me the best way to do my difficult job...!”

---Tiba-tiba, sebuah topeng dengan muka raksasa jatuh dari langit tepat di depannya.
Suddenly, a mask with a giant’s face fell from the sky right in front of him.

---Kemudian, dia mendengar suara, “Pujangga Anom, pakailah topeng itu...! Ayahandamu tak dapat mengenalimu.”
Then, he heard voice, “Pujangga Anom, wear that mask...! Your father can’t recognize you.”

---Pujangga Anom melanjutkan perjalanannya ke kerajaan Kediri, memakai topeng tersebut.
Pujangga Anom continued his journey to the kingdom of Kediri, wearing that mask.

---Di dalam istana kerajaan Kediri, Pujangga Anom menceritakan misinya pada sang Raja Kediri.
In the royal palace of Kediri, Pujangga Anom told the King of Kediri about his mission.

---“Yang Mulia, hamba berasal dari kerajaan Ponorogo.”
“Your Highness, I come from Ponorogo kingdom.”

“Hamba disuruh oleh Raja Hamba, Raja Kelono Sewandono, untuk melamar puteri paduka.”
“I am ordered by my King, King Kelono Sewandono, to propose your daughter.”

“Raja hamba ingin menikahi puteri paduka, puteri Kilisuci.”
“My King wants to marry your daughter, princess Kilisuci.”

---Raja Kediri berkata pada Pujangga Anom, “Aku tak akan pernah memberikan puteri cantikku sebagai isteri seorang raksasa. Kamu adalah seorang raksasa, Rajamu pasti seorang raksasa...!”
The King of Kediri said to Pujangga Anom, “I will never give my beautiful daughter as a giant’s King. You are a giant, your King must be a giant...!

---Pujangga Anom menjawab, “Yang Mulia, Raja Ponorogo bukanlah seorang raksasa, beliau seorang laki-laki yang tampan. Sebenarnya, hamba bukanlah seorang raksasa, hamba seorang manusia. Bahkan sebenarnya, hamba adalah putera paduka.”

Pujangga Anom answered, “Your Highness, the King of Ponorogo is not a giant, he is a handsome man. Actually, I am not a giant, I am a human being. Even actually, I am your son.”

---Mendengar kata-kata Pujangga Anom, Raja Kediri menjadi sangat marah. Sang Raja berkata, “Kamu bukan puteraku, kamu adalah seorang raksasa...!
Listening to Pujangga Anom’s words, the King of Kediri became very angry. The King said, “You are not my son, you are a giant...!

---Kata-kata sang Raja bisa menjadi sebuah kutukan bagi Pujangga Anom.
The King’s words could be a curse for Pujangga Anom.

---Tiba-tiba Pujangga Anom benar-benar menjadi seorang raksasa.
Suddenly Pujangga Anom really became a giant.

---Topengnya menjadi wajah aslinya.
His mask became his real face.

---Puteri Kilisuci sangat sedih karena ia tahu bahwa Pujangga Anom adalah saudara laki-lakinya.
Princess Kilisuci was very sad because she knew that Pujangga Anom was her brother.

---Puteri Kilisuci berkata pada Pujangga Anom, “Kakang...! kamu bisa kembali menjadi manusia ketika Raja Ponorogo dapat menikahiku.”
Princess Kilisuci said to Pujangga Anom, “My brother...! you can change back into human being when the King of Ponorogo can marry me.”

Tapi, Raja Ponorogo harus memenuhi permintaanku.
But, the King of Ponorogo must fulfil my requests.

Satu, Sang Raja harus datang ke Kediri diiringi oleh 150 singa hidup.
One, the King must come to Kediri accompanied by one hundred and fifty live lions.

Dua, Sang Raja dan prajurit-prajuritnya harus berjalan kaki dari Ponorogo ke Kediri melalui jalan bawah tanah.
Two, the King and his soldiers must walk from Ponorogo to Kediri through underground channel.

---Pujangga Anom kembali ke kerajaan Ponorogo.
Pujangga Anom went back to Ponorogo kingdom.

---Dia memberitahu Raja Ponorogo mengenai wajah barunya dan permintaan puteri Kilisuci.
He told the King of Ponorogo about his new face and princess Kilisuci’s requests.

---Pujangga Anom ingin membantu Raja Ponorogo.
Pujangga Anom wanted to help the King of Ponorogo.

---Dia pergi ke sebuah hutan untuk mendapatkan 150 singa hidup.
He went to a forest for getting one hundred and fifty live lions.

---Akhirnya dia dapat memperoleh 150 singa hidup dari hutan lebat setelah pertempuran yang sengit dengan para singa.
Finally he could get one hundred and fifty live lions from the thick forest after bitter fight with the lions.

---Pajangga Anom membawa para singa ke istana kerajaan Ponorogo.
Pujangga Anom brought the lions to the royal palace of Ponorogo.

---Salah satu dari singa-singa tersebut memiliki kesaktian, Pujangga Anom menyuruh singa ini menggali jalan bawah tanah dari Ponorogo ke Kediri.
One of the lions had magic power, Pujangga Anom ordered this lion to dig the underground channel from Ponorogo to Kediri.

---Raja Kelono Sewandono, Pujangga Anom, para prajurit dari kerajaan Ponorogo berjalan kaki ke Kediri melalui jalan bawah tanah.
King Kelono Sewandono, Pujangga Anom, soldiers from Ponorogo kingdom walked to Kediri through the underground channel.

---Raja para singa, dipanggil Singo Barong sangat marah karena para prajuritnya (150 singa hidup) telah diambil oleh Pujangga Anom.
The King of the lions, called Singo Barong was very angry because his soldiers (150 live lions) had been taken by Pujangga Anom.

---Singo Barong adalah singa putih, dia memiliki kesaktian hebat.
Singo Barong was white lion, he had great magic power.

---Diiringi oleh para singa hutan (sebagai prajurit), Singo Barong pergi ke perbatasan Kediri dimana Raja Kelono Sewandono, Pujangga Anom dan prajurit-prajuritnya harus keluar dari jalan bawah tanah.
Accompanied by the forest lions (as soldiers), Singo Barong went to the border of Kediri where King Kelono Sewandono, Pujangga Anom and his soldiers had to come out of the underground channel.

---Setelah itu, pertempuran sengit terjadi. Banyak prajurit dari kerajaan Ponorogo dan singa hutan terbunuh di medan pertempuran.
Afterwards, bitter fight happened. Many soldiers from Ponorogo kingdom and the forest lions were killed in the battlefield.

---Hanya ada empat prajurit Ponorogo tersisa. Raja Kelono Sewandono memberi Pujangga Anom cemeti sakti.
There were only four soldiers of Ponorogo left. King Kelono Sewandono gave Pujangga Anom magic whip.

---Dengan cemeti sakti di tangannya, Pujangga Anom dapat membunuh banyak singa hutan.
With magic whip in his hand, Pujangga Anom could kill many forest lions.

---Singo Barong sangat marah, dia ingin membunuh Pujangga Anom .
Singo Barong was very angry, he wanted to kill Pujangga Anom.

---Mereka terlibat pertempuran sengit. Selama pertempuran sengit tersebut, burung merak terbang naik turun di sekitar medan pertempuran sebagai dukungan pada Singo Barong.
They had bitter fight. During the bitter fight, the peacocks flew up and down around the battlefield as support to Singo Barong.

---Setelah pertempuran yang lama, Pujangga Anom dapat membunuh Singo Barong dengan cemeti sakti di tangannya.
After long fight, Pujangga Anom could kill Singo Barong with the magic whip in his hand.

---Kepala Singo Barong terpisah dari badannya, para burung merak berkerumun di sekitar kepala Singo Barong.
The head of Singo Barong was separate from its body, the peacocks gathered around the head of Singo Barong.

---Mereka (burung merak) sangat sedih karena mereka menyaksikan kematian Singo Barong.
They (peacocks) were very sad because they witnessed the death of Singo Barong.

---Setelah kematian Singo Barong, Raja Ponorogo, Pujangga Anom, dan para prajurit Ponorogo pergi ke istana kerajaan Kediri.
After the death of Singo Barong, the King of Ponorogo, Pujangga Anom, and the soldiers of Ponorogo went to the royal palace of Kediri.

---Mereka sangat gembira, khususnya Raja Ponorogo. Sang Raja mampu memenuhi permintaan puteri Kilisuci.
They were very delighted, especially the King of Ponorogo. The King was able to fulfil princess Kilisuci’s requests.

---Salah satu dari prajurit Ponorogo memikul kepala Singo Barong.
One of the soldiers of Ponorogo carried the head of Singo Barong.

---Para burung merak tetap bertahan di dekat kepala Singo Barong sampai Kediri.
The peacocks stayed close to the head of Singo Barong until Kediri.

---Salah satu dari burung merak tersebut membuka bulu-bulu ekornya.
One of the peacocks opened its tail feathers.

---Raja Ponorogo dapat menikahi puteri Kilisuci. Sang Raja membawa puteri Kilisuci ke istana kerajaan Ponorogo.
The King of Ponorogo could marry princess Kilisuci. The King took princess Kilisuci to the royal palace of Ponorogo.

---Namun, beberapa tahun kemudian puteri Kilisuci ingin kembali ke Kediri karena ia tak dapat memberikan seorang anak pada Raja Ponorogo.
However, several years later princess Kilisuci wanted to go back to Kediri because she couldn’t give a child to the King of Ponorogo.

---Sang Raja menjadi sangat sedih karena isterinya (puteri Kilisuci) ingin kembali ke istana kerajaan Kediri.
The King became very sad because his wife (princess Kilisuci) wanted to go back to the royal palace of Kediri.

---Pujangga Anom menyuruh para prajurit Ponorogo untuk menari di depan sang Raja.
Pujangga Anom ordered the soldiers of Ponorogo to dance in front of the King.

---Seorang penari memakai topeng dengan mahkota, hidung besar dan kumis tebal, menggambarkan Raja Ponorogo.
A dancer wore a mask with a crown, big nose and thick moustache, representing the King of Ponorogo.

---Seorang penari memakai topeng dengan mata lebar, hidung besar, dan kumis tebal, menggambarkan Pujangga Anom.
A dancer wore a mask with wide eyes, big nose, and thick moustache, representing Pujangga Anom.

---Seorang penari memakai topeng singa, menggambarkan Singo Barong.
A dancer wore a mask of a lion, representing Singo Barong.

---Beberapa penari yang lainnya menggambarkan prajurit-prajurit Ponorogo.
Some other dancers represented the soldiers of Ponorogo.

---Tarian tersebut dimaksudkan untuk menghibur sang Raja.
The dance was intended to amuse the King.

---Kemudian tarian tersebut dinamakan Reog Ponorogo, menggambarkan pertempuran sengit dengan Singo Barong.
And then the dance was named Reog Ponorogo, representing bitter fight with Singo Barong.

---Baiklah semuanya...! Itulah akhir cerita saya mengenai Reog Ponorogo.
Well everybody...! That’s the end of my story about Reog Ponorogo.

---Sampai sekarang, Reog Ponorogo dapat dilihat sebagai atraksi yang spektakuler.
Until now, Reog Ponorogo can be seen as spectacular attraction.

---Terimakasih atas perhatiannya.
Thank you for your attention.

No comments:

Post a Comment